Ghinda, PMI yang Mendirikan Sekolah Gratis Di Kampungnya

Peresmian Pembangunan Sekolah MI Al bayan Mandiri.

Hongkong, Fatimah Khatib atau yang akrab disapa Teh Ghinda adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kini sedang mengadu nasib di Hongkong. Dalam program “Buku Harian Muslimah” yang disiarkan RTV, ia menceritakan kisah hidup dan mimpinya.

Ia sudah banyak makan asam garam sebagai pekerja migran. Sebelum bekerja di Hongkong, Ghinda sudah bekerja sebagai pekerja migran di beberapa negara Asia. Di Singapura, ia mendapat majikan yang “kejam”. Namun, ia tetap bekerja maksimal hingga meluluhkan hati majikannya. Tawaran perpanjangan kontrak ditawarkan kepadanya, tetapi keluarga di rumah lebih menarik hatinya.

Perempuan asal Cipatat, Bogor ini bercita-cita untuk mendirikan sekolah gratis di kampungnya. Cita-cita  ini didasari oleh permintaan orangtuanya untuk mendirikan sekolah gratis di tanah wakaf keluarga. Pengahasilannya sebagai pekerja migran selama tiga tahun ia gunakan untuk membangun gedung sekolah.. Ia bekerja tanpa mengenal libur, Senin sampai Jum’at bekerja sebagai pengasuh, Sabtu-Minggu ia gunakan untuk penggalangan dana.

Sekolah impiannya berhasil dibangun. Bukan tanpa rintangan, izin sekolahnya terncam dicabut jika tidak menambah ruang kelas. Berkat bantuan dari Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation ia bisa menambah empat ruang kelas baru dan merealisasikan  mimpinya.

Sekolah MI Al Bayan Mandiri

Berikut Video “Buku Harian Muslimah – Ghinda (Hongkong)” yang mengisahkan perjuangan Ghinda selama di Hongkong. Semoga bisa jadi inspirasi bagi kita semua. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*