Jenazah TKI Korban Speedboat Ditemukan

thinkstock

NUNUKAN – Pencarian korban tenggelamnya speedboat yang mengangkut 15 TKI ilegal menemukan titik terang. Speedboat tersebut mengangkut 15 TKI ilegal yang berasal dari Batu Payung Tinagat Tawau Negeri Sabah, Malaysia, menuju Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Selasa (7/2) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Seperti dilansir The Star Online, enam jenazah ditemukan kemarin pa­­gi. Enam jenazah itu terdiri dari satu laki-laki, dua perempuan, dan tiga anak. Tim SAR Indonesia yang menemukan jenazah tersebut meyakini mereka adalah penumpang speedboat.

Enam jenazah itu telah di­bawa ke Nunukan, Kalimantan Utara, untuk diverifikasi. Konsuler RI di Tawau, Khrisna Djelani belum mengonfirmasi lebih lanjut tentang penemuan enam jenazah tersebut. Pencarian penumpang kapal lainnya masih dilakukan.

Khrisna sebelumnya telah memperoleh informasi dari otoritas Malaysia tentang suami istri yang terdampar di Pantai Batu Payung Tinagat, Tawau, pa­da Rabu (8/2) sekitar pukul 17.45 waktu setempat. Dalam keadaan lemas karena meminum air laut, keduanya ditemukan memakai jaket pelampung oleh nelayan setempat, Safar bin Sehan, 57.

Keduanya segera mendapat perawatan di RS Tawau dan sudah dalam kon­disi stabil. Dua korban selamat itu berna­ma Budiman Muslimin, 26, asal Sulawesi Barat dan Hasmida Ma­saniaga, 24 asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Khrisna juga menyebut seorang korban tewas telah ditemukan Tim SAR Indonesia di perairan Sae Taewan, Sebatik, Indonesia.

Malaysia dan Indonesia telah mengerahkan Tim SAR menyusuri 7 mil laut bagian selatan dari Tinagat di perairan Tawau.

“Sejak memperoleh informasi, KRI Tawau memberikan pendampingan kepada dua korban selamat yang dirawat di RS Tawau. Kami juga terus berkoordinasi dengan tim SAR Malaysia untuk pencarian korban lainnya,” kata Khrisna.

Pencarian korban juga dilakukan di sepanjang daerah pesisir. Kepala Polisi Tawau, Fadil Marsus, mengatakan pencarian melibatkan personel dan kapal dari Badan Penegakan Maritim Malaysia, polisi laut, dan petugas pemadam kebakaran. MMEA Sabah dan Direktur Regional Labuan, Laksamana Pertama Mohd Zubil Mat Som mengatakan operasi itu dimo­bilisasi sejak pukul 20.35 pada Rabu (8/2) malam.

“Operasi pencarian dan penyelamatan dimobilisasi tetapi operasi kali ini lebih menantang karena laporan baru datang 24 jam setelah insiden itu,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavian­to, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Malaysia. Insiden speedboat tenggelam itu merupakan peristiwa kedua di Sabah dalam dua minggu ini.

Pada 28 Januari lalu, sebuah perahu bermuatan 31 orang termasuk 28 turis Tiongkok terbalik dalam perjalanan ke Pulau Me­ngalum dari Kota Kinabalu. Dua awak dan 20 wisatawan selamat, sementara empat orang tewas, dan lima hilang.

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*