Kapal Ilegal Pengangkut TKI Diamankan Imigrasi Bagansiapi-Api

Ilustrasi.

“Jangankan dokumen kapal, bahkan KTP pun mereka tidak punya. KTP hanya bisa ditunjukkan ELM,” kata Sutrisno.

PEKANBARU – Kantor Imigrasi Klas II Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau memeriksa seorang nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK) KM Bahtera yang ditangkap Bea dan Cukai karena membawa 140 tenaga kerja Indonesia (TKI).

“Nakhoda dan ABK telah diserahkan ke kantor Imigrasi Bagansiapiapi dan masih terus dimintai keterangannya,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Sutrisno seperti dilansir antaranews.com, Minggu (22/1).

Sutrisno menuturkan, dari pemeriksaan sementara nakhoda kapal diketahui berinisial ELM, sementara kelima ABK berinisial FB, BP, MY, DA dan IA. Dari pemeriksaan itu juga, diketahui kelima ABK tidak memiliki dokumen resmi.

“Jangankan dokumen kapal, bahkan KTP pun mereka tidak punya. KTP hanya bisa ditunjukkan ELM,” kata Sutrisno.

Hingga kini, Imigras Klas II Bagansiapiapi masih mengumpulkan keterangan keenam orang tersebut. 140 TKI yang terdiri atas 110 laki-laki dan 30 perempuan diselamatkan Bea dan Cukai Kota Dumai pada Jumat malam (20/1). Mereka ditemukan petugas saat berada di dalam KM Bahtera di perairan Rokan Hilir, Riau.

Dari pemeriksaan, kapal kayu berbobot 7 GT itu bertolak dari Port Klang Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Saat ditemukan petugas, ratusan TKI yang juga terdapat wanita hamil dan anak-anak itu dalam kondisi lemas. Setelah diperiksa kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai, mereka kemudian diperiksa Imigrasi setempat.

“Mereka sudah kami data dan ditemukan memegang paspor Indonesia dan bekerja di Malayisa dengan dan tanpa prosedur,” kata Subseksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Dumai, Charaghita Probo Yuantoro.

Setelah pemeriksaan tersebut, TKI tersebut selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya seperti Aceh, Sumatera Utara, dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa menggunakan biaya pribadi. Sementara seorang nakhoda dan lima ABK masih terus menjalani pemeriksaan intensif di Bagansiapiapi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*