Persiapan Mental TKI dan Keluarga

Persiapan yang matang untuk bekerja Keluar Negeri sangat menentukan keberhasilan setelah pulang.

Untuk Calon TKI

Sebagai TKI Anda harus siap mental menghadapi tantangan/ keadaan di Negara tempatan. Anda harus siap mental menghadapi rasa kesepian, hidup di negeri asing dengan orang-orang dan lingkungan yang sangat asing.

  • Kuatkan hati, ingat pada niat yang mulia saat memutuskan menjadi TKI; merubah nasib, memperbaiki taraf hidup/ masa depan, membiayai anak sekolah, membiayai orangtua, dan lain-lain.
  • Siap belajar dengan cepat untuk memahami lingkungan pekerjaan Anda dan beradaptasi.
  • Susun rencana usaha bersama keluarga, pilih gambaran/ target usaha beserta kalkulasi modal yang jelas. Agar Anda sudah punya gambaran dan target saat menginjakkan kaki di Negara tempatan. Ini bermanfaat untuk mengikat semangat dan konsistensi Anda.
  • Harapan keluarga bersandar di pundak Anda, maka berhati-hati dalam menggunakan uang, membelanjakannya, jangan percayakan pengelolaan uang kepada teman Anda, apalagi yang baru Anda kenal dan berhati-hati dalam pergaulan adalah sikap yang bijaksana.
  • Bersikaplah jujur terhadap majikan dan diri sendiri, jangan tergiur oleh milik orang lain. Terutama harta milik majikan. Apalagi sampai punya niat untuk mencuri.
  • Menyadari, bahwa selama masih hidup tidak ada manusia yang bebas dari masalah, semua orang pasti mempunyai masalah. Jangan panik saat masalah menghampiri Anda. Tenangkan hati dan pikirkan jalan keluarnya dengan pikiran yang jernih.
  • Hanya sikap masing-masing orang yang membedakan berat ringan-nya masalah. Karena seberapa besar masalah akan menjadi ringan asalkan Anda tahu bagaimana menghadapinya.
  • Sebagai TKI yang bekerja di negara orang yang mempunyai adat budaya, sifat/perilaku yang sangat berbeda dengan orang Indonesia. Seperti galak, cerewet, pelit, kurang manusiawi ditambah lagi dengan pekerjaan yang sangat banyak akan menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal tersebut tentu akan menimbulkan perasaan sedih, kecewa, sakit hati, dendam dan lain-lain. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus menerus dan semakin menumpuk akan menimbulkan perasaan tertekan (stress) yang berat dan bahkan akan membuat sikap putus asa yang akhirnya menumbuhkan keinginan untuk bunuh diri.
  • TKI harus punya kesadaran dan teknik untuk menghadapi keadaan yang sulit. Saat harus menghadapi masalah yang berat di negara orang, sendirian, tidak berdaya, butuh pertolongan maka yakinlah bahwa Allah SWT senantiasa akan mengasihi dan menolong kita dengan segala kekuasaannya.
  • Dengan menyandarkan  diri  dan  mengharapkan  pertolongan Allah yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Menolong akan menimbulkan perasaan tenang, damai, percaya diri dan semangat hidup tidak akan putus asa walaupun menghadapi masalah yang berat.

Untuk Keluarga Calon TKI 

Dukungan dan doa keluarga yang ditinggalkan menjadi bekal keberasilan bekerja di luar negeri.
  • Doakan selalu anggota keluarga yang berangkat bekerja menjadi TKI.
  • Jangan terlalu sering menelepon ke rumah majikan ( untuk TKI Penatalaksana rumah Tangga).
  • Jangan membebani TKI dengan permintaan-permintaan yang bukan untuk kebutuhan primer.
  • Ingat, bahwa kepergian TKI adalah untuk memperbaiki taraf hidup/masa depan. Hendaknya antara TKI dan keluarga sama-sama berjuang, sama-sama prihatin dan berusaha mengendalikan diri demi terwujudnya cita-cita dan target yang telah ditentukan.
  • Bekerja ke luar negeri adalah mengadu nasib. Selain TKI-nya sendiri, keluarga calon TKI juga harus siap menghadapi apapun kondisi yang akan terjadi. Baik itu keberhasilan maupun kegagalan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*