Ziswaf untuk Pemberdayaan dan Pembelaan TKI di Luar Negeri Diapresiasi

Pengurus UNIMIG Indonesia di Kantor Mandiri Amal Insani

 

Jakarta (19/1) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Union Migrant (Unimig) Indonesia Fathurahman Arsyad Rahim mengapresiasi terobosan yang dilakukan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation. Pasalnya ke depan MAI Foundation akan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ZISWAF) ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di luar negeri.

“Saya mengapresiasi MAI yang peduli terhadap pekerja migran. Mereka adalah pejuang perekonomian keluarga yang harus terus dibela dan diberdayakan,” kata Fathurahman di Jakarta, Kamis (19/1).

Ia juga mengajak lembaga-lembaga zakat dan filantropi lainnya untuk peduli terhadap pekerja migran. Menurutnya, jumlah pekerja migran di luar negeri sangat signifikan.

“Pekerja migran  kita jumlahnya  kurang lebih enam juta  jiwa. Bahkan bisa  lebih banyak lagi jika dihitung dengan yang sudah kembali ke Indonesia atau yang biasa disebut purna pekerja migran,” kata Fathurahman.

MAI Foundation mencatatkan pencapaian pertumbuhan penghimpunan dana ZISWAF  sebesar Rp 50,7 miliar dan telah menyalurkannya kepada penerima manfaat sebanyak 63 ribu jiwa hingga penghujung 2016. Dana tersebut disalurkan untuk program bina ilmu, bina kesehatan, bina sarana fisik, bina sosial, dan bina ekonomi.

“Penghimpunan dana terbesar adalah dari zakat yaitu sebesar 50 persen,” ujar Ketua Dewan Pengurus MAI Foundation Tedi Nurhikmat di Jakarta.

Tedi mengatakan, hingga penghujung 2016 MAI telah mendayagunakan dana umat sebesar Rp 49,8 miliar yang didistribusikan ke delapan asnaf yang berhak menerima bantuan. Dalam hal ini, penyaluran dibagi menjadi dua yakni penyaluran rutin sebesar 14 persen dan non rutin sebesar 86 persen.

Alokasi program non rutinter besar yakni pada bina sosial, bina kesehatan, dan bina ekonomi. Sementara, program rutin terbesar disalurkan untuk program ilmu dan bina sosial.

Jumlah penerima manfaat pada 2016 tertinggi di wilayah Jabodetabek sebesar 16,5 ribu orang dari total keseluruhan 27,4 ribu orang penerima manfaat. Secara keseluruhan, penerima manfaat pada 2016 mengalami kenaikan ketimbang 2015 sebesar 5.500 orang.

“Ke depan kami akan menyalurkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk disalurkan ke Tenaga Kerja Indonesia yang ada di luar negeri,” kata Tedi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*